Pajak dalam Dialektika Pemikiran Islam: Antara Warisan Klasik dan Reinterpretasi Kontemporer
Main Article Content
Abstract
Penetapan pajak dalam sistem pemerintahan modern seringkali menimbulkan perdebatan dalam kalangan umat Islam, terutama dalam membedakan antara pajak dan zakat dari sudut pandang syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan persepsi serta landasan pemikiran tentang pajak dari tiga kelompok utama: ulama klasik, ulama kontemporer, dan mahasiswa Muslim. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis kajian pustaka dan didukung data empirik dari persepsi mahasiswa, ditemukan bahwa ulama klasik cenderung memandang pajak sebagai kewajiban darurat yang dikenakan dalam kondisi tertentu, sementara ulama kontemporer telah mengembangkan pandangan bahwa pajak merupakan bagian dari mekanisme keadilan sosial dalam konteks negara modern. Di sisi lain, mahasiswa menunjukkan variasi pemahaman yang mencerminkan pengaruh pendidikan, media, dan perkembangan sosial. Kajian ini menyoroti adanya dialektika pemikiran yang dinamis, serta pentingnya pembaruan kurikulum fikih muamalah untuk menjawab tantangan fiskal kontemporer.